Adu Ayam Jago vs Ayam Betina, Berani Pasang Berapa ?!

Adu Ayam Jago vs Ayam Betina, Berani Pasang Berapa ?!

Adu Ayam Jago vs Ayam Betina, Berani Pasang Berapa ?!

Jangan menilai Orang Dari Penampilan

Dia pikir, Dia yang paling hebat
Merasa paling jago, Dan paling dahsyat
Dia memang jago…Ayam jago…kukuruyuk…petok…petok….hahahha

Anda yang masih anak-anak di awal 2000-an pasti familiar dengan lagu dari Petualangan Sherina diatas. Lagu berjudul Jagoan itu dinyanyikan Sherina bersama Derby dengan irama rancak khas lagu anak. Kalo diingat-ingat lagi, Derby yang berperan sebagai Saddam di film itu benar-benar khas Jagoan anak, bandel di sekolah sementara di rumah jadi anak mama. Yang merasa nostalgia, buruan angkat kaki ups, angkat tangan yuk !

Disadari atau tidak, seringkali ketika logo produk diasosiasikan dengan ayam, maka ayam jago-lah pilihan utamanya. Yang pertama terlintas dibenak kok ya –lagi lagi- album SO7 Pejantan Tangguh. Tentu bukan itu saja, coba cek logo : Jamu Cap Ayam Jago, Mangkok Cap Ayam Jago, Beras Cap Ayam Jago, Milk Coklat Cap Jago, Minyak Kayu Putih Ayam Jago, Royco rasa Ayam, hingga Kecap Ayam Jago. Gak usah kaget kok bisa hapal. Itu hasil googling kok hehehehe. Kami yakin di pasaran masih banyak logo Ayam Jago digunakan untuk berbagai produk.

Sementara istrinya, eh pasangannya, (bingung nih pake istilah apa) gak pernah jadi logo, meski produknya eh dagingnya yang paling banyak dikonsumsi. Disadari atau enggak, yang sering kita makan itu daging ayam betina. Mana ada restoran ayam goreng menyuguhkan ayam jago ? Konyolnya, logo Ayam Geprek Bensu dan I am Geprek Bensu (ini dua produk berbeda yang pernah berseteru) tetap saja menggunakan Ayam Jago sebagai logo. Apakah kedua resto itu menyajikan daging Ayam Jago ? entahlah, kami belum pernah mencicipinya….hihihihihi.

Sungguh pedih ya nasib ayam betina. Hidupnya serasa jadi pelengkap penderita. Dia yang dikonsumsi, eh si jago yang dapat porsi (ngetopnya). Haduh, kenapa jadi baper gini sih ? skiiiip…..

Baiklah, hapus dulu air matamu (semoga bukan milik buaya). Tulisan ini mungkin akan jadi satu-satunya pembela ayam betina. Bukan, serius bukan hanya karena ayam betina banyak jasanya. Juga bukan karena ayam betina adalah satu-satunya jenis ayam yang bertelur (ya iyalaaaah…), tapi ini tentang penggolongan orang yang survey lokasi property, lalu kami bagi menjadi dua jenis, golongan ayam jantan dan golongan ayam betina. Anda suka yang mana ?

Di suatu siang, ada mobil keren jenis SUV keluaran terbaru masuk ke parkiran kantor pemasaran kami. Udah ngaku aja, kalo ada yang model beginian, sales dikantor jaminan rebutan menemui. Apalagi ketika pintu mobil terbuka, turun lelaki ganteng berbadan atletis nan modis. Sejenak berbasa basi menanyakan brosur, tipe rumah, nilai DP dan cicilan, beliau langsung tancap gas nego harga. Tampak begitu meyakinkan, sales menyerahkan sepenuhnya ke supervisor dalam negosiasi lanjutan.

Kami para sales berkumpul di ruang sebelah, tentu saja H2C (Harap Harap Closing). Ternyata tak lama, Supervisor masuk ke ruangan dan berujar sambil tersenyum,
“Kirain udah punya duit, eh ternyata nawarin mobilnya untuk jadi DP. Kalo urusan tuktam mobil kan harus melibatkan Manager. Repotnya, ketika diminta UTJ 10jt untuk mengikat rumah ready stok yang dipilihnya, dia nawar UTJ 1jt dulu. Ya jelas aja ditolak,” jelas mas Supervisor sambil berlalu.

Di waktu yang tak sama, ada seorang bapak yang datang ke kantor mengendarai motor keluaran lama, dan terlihat berpakaian sekedarnya. Wajahnya lelah, tapi senyumnya menyenangkan. Sejak duduk di kursi, beliau langsung menanyakan tipe yang termurah. Tentu beliau kami sambut baik dan berkenalan dengan pak Fulan yang mengaku penjual ayam potong di pasar. Terlihat malu-malu, beliau banyak bertanya terkait ini dan itu, dan kami jelaskan detail-detail yang ditanyakan termasuk DP dan cicilan yang awalnya kami rasa cukup besar untuk ukuran beliau.

Tak disangka, beliau kemudian terlihat mantap memilih satu kavling yang sejak awal diincarnya. Tanpa basa basi bayar DP (bukan UTJ) bahkan kemudian minta nambah additional bangunan. Wow bener nih si bapak !!

Sobat Omah, seringnya kita dalam menilai seseorang berawal dari cara mereka berpakaian. Juga apa yang mereka kendarai, handphone apa yang mereka gunakan. Padahal, dalam urusan menentukan siapa hot prospek, kita justru harus lebih banyak berharap pada orang yang berpenampilan sederhana. Kok bisa ?

Asumsinya, orang yang penampilannya sederhana, berarti hidupnya juga sederhana. Mereka banyak menabung, dan tidak bergaya hidup mewah. Gak usah kaget kalo duit simpanannya banyak. Itulah kenapa, kami menyebut orang seperti ini adalah golongan ayam betina. Yang berjalannya sambil menunduk, malu-malu, tapi jangan ditanya dia punya telor berapa. Berapa lu jual, gue borong…

Sementara yang seringnya datang keliatan jumawa, mobilnya keren, pakaiannya necis, handphonenya keren, justru UTJ aja nawar nawar. Kalo udah gitu, tim sales diruang belakang akan koor berkata : Dasar Ayam Jago !!! Gayanya aja yang keren, tapi gak punya telor hehehehehe…..

Ketika Sales Bertampang Bruce Wayne, Bermental Batman

Ketika Sales Bertampang Bruce Wayne, Bermental Batman

Ketika Sales Bertampang Bruce Wayne, Bermental Batman

Belajar Sales Property ke kantor pemasaran tetangga

“Maaf Mr. Wayne, apa yang anda lakukan disini ?” tegur seorang perempuan ramah, asisten Lex Luthor.
“Oh..eh, aku pikir ini toilet laki laki… mungkin aku terlalu banyak minum sampanye,” kelakar Bruce Wayne tersenyum jenaka.
“Toilet ada di lantai atas Mr. Wayne,” jawabnya sedikit tegas.
“Baiklah, aku baik baik saja, kamu boleh pergi. Omong omong, aku suka sepatumu…”

Bagi yang sudah pernah nonton Batman V Superman, adegan ini familiar sekali. Sebuah Momen krusial menunjukan kelihaian Bruce Wayne sebagai detektif intelijen mencuri data smart komputer Lex Luthor terkait metahuman yang kemudian diketahui bernama Wonder Woman, Flash, Aquaman dan Cyborg.

Dengan skill detektifnya pula, Bruce Wayne sukses menemukan tempat penyimpanan kristal Kryptonite. Tentu, untuk kemudian mencurinya, Batman lah yang beraksi. Menerobos, memukul, meledakkan, duarrr…. dan Lex Luthor geleng geleng ketika menyadari Kristal Kryptonite-nya hilang dirampok Batman.

Sobat Omah, sebagai sales, saya doyan sekali mengasah skill detektif intelijen ketika tau ada produk baru dirilis ke pasar. Eh, ini bukan aktivitas tajassus (memata-matai) yang dilarang oleh Islam loh ya. Aktivitas ala Bruce Wayne yang saya lakukan ini hanya dimaksudkan untuk mengetahui seberapa menarik produk baru yang diluncurkan oleh property sebelah. Juga tentang bagaimana mereka mengemas penawaran, menyajikan added value, menambahkan bonus bonus, hingga tentu saja, janji janji absurd khas sales hehehehehe.

Memang, korban nge-Batman saya lebih banyak property konvensional, dimana jamak diketahui menggunakan jasa pembiayaan Bank untuk aplikasi KPRnya. FYI, KPR Bank tidaklah mudah pengajuan dan ACC kreditnya apabila yang mengajukan adalah seorang wiraswasta. Rata rata sales property konven yang saya temui, menjanjikan akan membantu maksimal pengajuan kredit apabila saya jadi beli. Serius nih, mau bantu maksimal. Saya wirausahawan loh hehehehehe.

Bocoran tipis tipis, KPR Bank umumnya lebih mudah dikucurkan untuk para pegawai, sebab penghasilannya tetap, berbeda dengan wiraswasta yang lebih ribet. Tau sendirilah, wiraswasta duitnya gak tetap. Kadang banyak, kadang dikit, kadang positif kadang negatif. Repot dong yang mensurvey hihihihi.

Sobat Omah, Tujuan nge-Batman yang lebih bijak adalah belajar teknik sales property. Kita bisa perhatikan bagaimana mereka menawarkan, menjelaskan, memprospek, mengarahkan, hingga tentu saja berusaha mengclosing kita. Galilah informasi sebanyak banyaknya, agar kita semakin dapat ilmu.

Informasi dari sales akan semakin diobral ketika kita benar benar terlihat sebagai calon hot buyer. Apa saja kriteria disebut calon hot buyer ?

Gampang, bawalah mobil, ajaklah suami / istri, lalu seriuslah bertanya berbagai info yang tertera di brosur. Sekali kali, ajaklah pasangan berkomunikasi terkait info info yang disampaikan. Tapi ingat, jangan berbohong ya. Bersikaplah seperti Bruce Wayne yang jenaka, mengacaukan pertanyaan lawan bicara ketika mulai curiga, dan tentu saja sedikit tampak perlente dengan menanyakan tipe termahal. Lalu dengan sedikit pujian, kita bisa pergi meninggalkan kantor pemasaran tanpa harus bayar tanda jadi hehehehehe.

Jangan khawatir, aktivitas ini sudah biasa kok dilakukan antar sales. Walaupun kepergok, tak mungkinlah akan dipermasalahkan secara hukum. Kan Cuma nanya nanya produk.

Asal jangan jadi Batman malam malam lalu nyatroni kantor pemasaran tetangga ya. Bisa digetok satpam hahahahaha…..